:: Info dan Pengumuman ::

Info Terkini
-
Hasil Seleksi Admin Non ASN BLUD 2017
- Rekrutmen Enumerator RISNAKES 2017 (closed)
- Penempatan GASURKES KIA 2017
-
Pertanyaan Seputar Penyakit Virus ZIKA
- Penduduk Sasaran Program Kesehatan 2015 - 2019
- HRIS KOTA SEMARANG

 

  :: P o l l i n g ::  
Bagaimakah informasi & tampilan yang disajikan pada web site ini
  sangat baik
  sudah baik
  cukup baik
  perlu di perbaiki
  Lihat hasil
  Info Semarang  

Peran FKK Menjadi Fokus Rakerkes 2016

ditulis pada 27-05 2016 dibaca 999 kali

Reaktivasi Forum Kesehatan Kelurahan menjadi salah satu agenda Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam Rangkaian Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) 2016, di Hotel Aston Semarang, Rabu-Kamis (25-26/5). Raker tersebut mengambil tema Semarang Kota Sehat dengan peserta raker sebanyak 200 orang dari institusi pendidikan, puskesmas, kelurahan, Kecamatan se-Kota Semarang, dan Forum Kota Sehat Kota Semarang.

Dalam sambuatannya Sekda Kota Semarang drs. Adi Tri hananto, menyampaikan bahwa tantangan Kota Semarang menuju Kota Sehat tingkat Wiweda semakin besar, untuk itu perlu koordinasi semua pihak untuk mewujudkannya. Dua narasumber yaitu Kepala Dinas Kesehatan  Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo dan Kepala Bapedda Kota Semarang Bambang Haryono. Mereka masing-masing memaparkan bertemakan “Kebijakan dan Strategi Dinas Kesehatan Dalam Mencapai Kota Sehat” dan “Peran Pemerintah Kota Semarang Dalam Mengoptimalkan FKK”.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang, Tia Hendrar Prihadi dalam Raker Kesehatan 2016 sangat prihatin dengan kasus AKI (Angka Kematian Ibu), DBD,  dan HIV/ AIDS yang terbilang cukup tinggi dalam kurun waktu tiga tahun belakangkan ini di Kota Semarang. “Data Dinas Kesehatan Kota menunjukkan bahwa angka kejadian DBD di Kota Semarang masih terbilang cukup tinggi, dengan angka kejadian fluktuatif. Begitupun dengan AKI dan HIV/AIDS”, ujarnya.

Data DBD dari Dinas Kesehatan pada 2013 ada 2.364 kasus dengan kematian 27 orang, 2014 ada 1.628 kasus dengan kematian 27 orang, 2015 ada 1.737 kasus dengan kematian 21 orang. Terakhir, di tahun 2016 sampai dengan minggu ke-19, kasus DBD yang terjadi ada 1.124 dengan 22 angka kematian.
Sementara AKI tahun 2013 29 kasus, tahun 2014 meningkat menjadi 33 kasus, lalu di ta

hun 2015 terjadi 35 kasus AKI dan hingga Mei 2016 sudah ada 20 kasus AKI. Hal ini harus menjadi perhatian  kita bersama. Dari data yang ada, kasus tersebut penyebab paling banyak karena eklampsia (34%), pendaharahan (28%), penyakit (26%), lain-lain (12%).Begitupun juga HIV/ AIDS masih tinggi di tahun 2013 75 kasus, tahun 2014 40 kasus dan 2015 turun menjadi 51 kasus. Dengan kematian berturut-turut 7, 5 dan 3 orang.

Eksistensi peran Forum Kesehatan Kelurahan(FKK), kata Tia, harus dihidupkan kembali dalam penurunan DBD, AKI dan HIV/ AIDS menuju Kota Sehat. “FKK harus terus hidup, Forum Kesehatan Kelurahan merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan Kota Sehat. Salah satunya dengan fokus untuk menurunkan kasus DBD dan AKI di Kota Semarang” menurut Tia Hendrar Prihadi.

Semua itu dapat terwujud manakala Pemerintah, Stakeholder dan warga masyarakat bahu membahu menciptakan dan meningkatkan kualitas lingkungan, baik fisik, sosial budaya, mengembangkan potensi-potensi ekonomi masyarakat dengan cara memberdayakan masyarakat agar cepat saling mendukung dalam menerapkan fungsi-fungsi kehidupan dalam membangun Kota Semarang.


hnf_gtt@infok3z

Informasi Ruangan Tempat Tidur RS
  Pojok Promkes  
  Aplikasi   SIMDBD
SIM Jamkesmaskota
SP3 Online
Dashboard DKK
SSOF Intranet
SIPP Nakes
Hospital Reporting Information System
Sistem Informasi Cinta Kesehatan Gigiku
  Weblink   Dinkes Provinsi Jateng
Kementrian Kesehatan
WHO
Bappeda Kota Semarang
  Ada Keluhan?  


  Statistik  

73800 Unique visitor

Today : 0 visitors

This month : 0 visitors

Sehat Masyarakatnya, Sehat Kotanya

Dinkes Kota Semarang

Jl. Pandanaran 79 Semarang Telp. 024-8318070 Fax.024-8318771

email: dinkes@semarangkota.go.id  | Twitter: @dkksemarang