:: Info dan Pengumuman ::

Info Terkini
-
Hasil Seleksi Admin Non ASN BLUD 2017
- Rekrutmen Enumerator RISNAKES 2017 (closed)
- Penempatan GASURKES KIA 2017
-
Pertanyaan Seputar Penyakit Virus ZIKA
- Penduduk Sasaran Program Kesehatan 2015 - 2019
- HRIS KOTA SEMARANG

 

  :: P o l l i n g ::  
Bagaimakah informasi & tampilan yang disajikan pada web site ini
  sangat baik
  sudah baik
  cukup baik
  perlu di perbaiki
  Lihat hasil
  Info Semarang  

Peringatan HTTS, Serukan Bahaya Rokok

ditulis pada 01-06-2016 dibaca 12 kali

Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) merupakan momentum untuk menyerukan bahaya rokok bagi masyarakat. Masyarakat yang mengetahui bahaya dan dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari rokok, seharusnya lebih menyadari dan menghindari rokok.

Hampir 80% perokok mulai merokok ketika usianya belum mencapai 19 tahun. Berdasarkan Riskesdas pada tahun 2007, 2010, dan 2013 menunjukkan bahwa usia merokok pertama kali paling tinggi adalah pada kelompok umur 15-19 tahun.  Data Global Youth Tobacco Survey  2014 (GYTS 2014) menyebutkan 20,3% anak sekolah merokok. Umumnya orang mulai merokok sejak muda dan tidak tahu risiko mengenai bahaya adiktif rokok. Keputusan konsumen untuk membeli rokok tidak didasarkan pada informasi yang cukup tentang risiko produk yang dibeli.

Merokok menimbulkan beban kesehatan, sosial, ekonomi dan lingkungan tidak hanya bagi perokok saja tetapi juga bagi orang lain. Perokok pasif terutama bayi dan anak-anak perlu dilindungi haknya dari kerugian akibat paparan asap rokok.

Berdasarkan survey kesehatan nasional tahun 2011 dapat diketahui pengeluaran untuk rokok di rumah tangga termiskin jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pengeluaran penting lainnya, seperti pengeluaran untuk pendidikan, kesehatan, dan makanan bergizi. Pengeluaran rokok 5 kali lebih banyak dari pengeluaran untuk telur dan susu, 6,5 kali lebih besar dari biaya pendidikan, 6,5 kali lebih besar dari biaya kesehatan, dan 9 kali lebih banyak dari pengeluaran untuk daging.

Berdasarkan Riskesdas tahun 2013, sebesar 85% rumah tangga di Indonesia terpapar asap rokok, estimasinya adalah delapan perokok meninggal karena perokok aktif, satu perokok pasif meninggal karena terpapar asap rokok orang lain. Berdasarkan perhitungan rasio ini maka sedikitnya 25.000 kematian di Indonesia terjadi dikarenakan asap orang lain.

Untuk mencegah perokok baru, dibutuhkan upaya penyebarluasan informasi bahaya rokok ke semua lapisan masyarakat. Pada peringatan HTTS, Dinas Kesehatan Kota Semarang menggandeng KPKTR (Komisi Peduli Kawasan Tanpa Rokok) melakukan aksi dan orasi pada acara Car Free Day (29/5) di kawasan Simpanglima Semarang. KPKTR yang beranggotakan beberapa Universitas dan komunitas yang peduli akan bahaya asap rokok di Semarang, antara lain : Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, dan Pramuka yang tergabung dalam Saka Bhakti Husada.

Pembentangan spanduk dan pesan-pesan anti rokok serta orasi dan aksi teatrikal di beberapa titik di kawasan Simpanglima Semarang menjadi agenda para mahasiswa untuk menyuarakan bahaya rokok. Mengingat besarnya angka perokok di kalangan remaja dan mahasiswa, maka golongan usia ini perlu mendapatkan informasi yang benar dan cukup tentang bahaya merokok.

Dalam kegiatan tersebut, sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Semarang sesuai dengan Perda No 3 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok turut digalakkan untuk melindungi perokok pasif dari keterpaparan asap rokok.

Pengkonsumsian produk tembakau pada satu sisi adalah hak pribadi masing-masing. Namun di sisi lain, ada ruang publik yang harus dihormati. Hak masyarakat untuk menghirup udara segar bebas asap rokok harus mendapat perhatian. Ketika penggunaan produk tembakau telah mengganggu ketertiban dan meresahkan orang lain, maka saat itulah hak seseorang untuk mendapatkan udara bersih dan sehat mulai terabaikan.

 

 

_ht

Informasi Ruangan Tempat Tidur RS
  Pojok Promkes  
  Aplikasi   SIMDBD
SIM Jamkesmaskota
SP3 Online
Dashboard DKK
SSOF Intranet
SIPP Nakes
Hospital Reporting Information System
Sistem Informasi Cinta Kesehatan Gigiku
  Weblink   Dinkes Provinsi Jateng
Kementrian Kesehatan
WHO
Bappeda Kota Semarang
  Ada Keluhan?  


  Statistik  

73800 Unique visitor

Today : 0 visitors

This month : 0 visitors

Sehat Masyarakatnya, Sehat Kotanya

Dinkes Kota Semarang

Jl. Pandanaran 79 Semarang Telp. 024-8318070 Fax.024-8318771

email: dinkes@semarangkota.go.id  | Twitter: @dkksemarang