:: Info dan Pengumuman ::

Info Terkini
- Penerimaan Pegawai Non-ASN
- Penempatan GASURKES KIA 2017
-
Pertanyaan Seputar Penyakit Virus ZIKA
- Penduduk Sasaran Program Kesehatan 2015 - 2019
- HRIS KOTA SEMARANG

 

  :: P o l l i n g ::  
Bagaimakah informasi & tampilan yang disajikan pada web site ini
  sangat baik
  sudah baik
  cukup baik
  perlu di perbaiki
  Lihat hasil
  Info Semarang  

Teknik Reportase dan Penyajian Liputan Berita Kesehatan

ditulis pada 29-08-2016 dibaca 42 kali

Salah satu komponen penting dalam tercapainya komunikasi efektif adalah penggunaan media yang tepat. Di era globalisasi sekarang ini, diperlukan media-media komunikasi kesehatan yang kreatif dan inovatif, dimana komunikasi kesehatan tidak hanya mengandalkan penyuluhan tatap muka saja, namun perlu juga dilakukan modifikasi teknik penyuluhan memanfaatkan media  audio visual yang dikemas dengan cara yang kreatif dan menarik, seperti melalui pemutaran film, talkshow, dll.

Fenomena  perilaku masyarakat yang mulai peka terhadap informasi terbaru perlu kita apresiasi dengan membuat strategi penyampaian informasi kejadian dan masalah kesehatan yang sedang berkembang. Teknik peliputan berita kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi yang ada yang dikemas melalui teknik reportase dan penyuluhan kesehatan merupakan sebuah upaya dalam menyampaikan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat .

Melihat permasalahan diatas maka Dinas Kesehatan Kota Semarang menggandeng Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta untuk mengadakan upaya peningkatan kapasitas petugas promosi kesehatan dalam menyampaikan pesan kesehatan dengan teknik reportase dan penyajian liputan berita kesehatan/ masalah kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan 24-25 Agustus 2016 di MMTC Yogyakarta. Sebanyak 50 petugas promkes Puskesmas dan DKK mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan hari pertama setelah acara dibuka dan sambutan, memasuki materi yang pertama yang disampaikan oleh dosen MMTC Jogjakarta, Nunuk Parwati mengenai teknik penulisan berita, yang kemudian dilanjutkan oleh Diyah Ayu K, S.PT, M.A. selaku pemateri kedua yang menyampaikan mengenai reportase.

Berita merupakan laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua duanya bagi masyarakat luas. Biasanya tentang suatu peristiwa aktual dan penting. Lead berita adalah data yang terpenting, harus merupakan sesuatu yang baru, mengandung 5 W + 1 H. Boleh satu kalimat, dua kalimat atau maksimal tiga kalimat.

Kegiatan meliput berita dari narasumber kemudian ditulis dalam naskah berita atau dilaporkan kepada pemirsa dinamakan reportase. Kegiatan reportase digolongkan menjadi tiga, yaitu :

1.    Reportase dasar : kegiatan peliputan dan pelaporan berita dalam bentuk berita straight news

2.    Kedua reportase madya : kegiatan reportase yang ditujukan untuk berita features soft news

3.    Ketiga reportase lanjutan : reportase ang ditujukan untuk membuat in depth journalism atau investigative journalism.

Dalam melakukan reportase, seorang reporter harus memiliki sikap obyektif apa adanya, tidak melebih-lebihkan informasi, tidak memihak dan harus bersikap imparsial, tidak memihak siapapun kecuali kebenaran (imparsial). Reporter harus akurat. Akurasi mencakup akurasi peristiwa, kronologis, waktu, lokasi, pihak yang terlibat dsb. Reporter harus cover both side, yaitu menginformasikan dari sudut pandang kedua sisi. Tidak memihak pada salah satu sisi, sehingga isi berita lebih netral. Seorang reporter juga harus bersikap jujur dalam menyampaikan informasi kepada publik berdasar kode etik jurnalistik, ditandai denan tidak memasukkan opini reporter dalam berita.

Bahasa yang digunakan dalam reportase biasanya menggunakan bahasa formal, bahasa yang lazim digunakan dan sesuai antara aturan bahasa Indonesia (EYD). Keformalan diukur berdasar kategori bahasa lisan, bahasa tutur memungkinkan adanya kontak antara komunikator (news anchor) dengan komunikan (audiens).

Setelah mendapatkan materi dari para narasumber, peserta kegiatan melakukan latihan menjadi reporter dengan menggunakan data dari wilayah Puskesmas masing-masing. Data kegiatan yang digunakan adalah yang bertemakan DBD, AKI, dan HIV. Masing-masing peserta kegiatan melakukan praktek/latihan di depan kamera, dan direkam sehingga dapat dievaluasi untuk menjadi lebih baik. Selanjutnya, video tersebut dapat disusun dan diedit suhingga dapat disuguhkan menjadi video informasi masyarakat.

Kegiatan pada hari kedua adalah mengenai teknik produksi spot video dan orientasi lapangan. Peserta dibekali tips-tips dalam pembuatan spot video untuk iklan layanan masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan. Materi tersebut berguna ketika ingin membuat video dengan durasi yang cukup pendek namun dapat menyuguhkan pengetahuan sekaligus ajakan kepada masyarakat. ILM yang baik adalah yang dapat diterima oleh masyarakat tanpa adanya makna ganda, sehingga masyarakat mau melakukan apa pesan yang terkandung dalam ILM tersebut.

Kegiatan peningkatan kapasitas teknik reportase dan penyajian berita kesehatan dapat menjadi keterampilan baru bagi petugas promosi kesehatan dalam menciptakan inovasi cara penyajian berita yang menarik dan actual. 

Informasi Ruangan Tempat Tidur RS
  Pojok Promkes  
  Aplikasi   SIMDBD
SIM Jamkesmaskota
SP3 Online
Dashboard DKK
SSOF Intranet
SIPP Nakes
Hospital Reporting Information System
Sistem Informasi Cinta Kesehatan Gigiku
  Weblink   Dinkes Provinsi Jateng
Kementrian Kesehatan
WHO
Bappeda Kota Semarang
  Ada Keluhan?  


  Statistik  

73800 Unique visitor

Today : 0 visitors

This month : 0 visitors

Sehat Masyarakatnya, Sehat Kotanya

Dinkes Kota Semarang

Jl. Pandanaran 79 Semarang Telp. 024-8318070 Fax.024-8318771

email: dinkes@semarangkota.go.id  | Twitter: @dkksemarang