:: Info dan Pengumuman ::

Info Terkini
-
Hasil Seleksi Admin Non ASN BLUD 2017
- Rekrutmen Enumerator RISNAKES 2017 (closed)
- Penempatan GASURKES KIA 2017
-
Pertanyaan Seputar Penyakit Virus ZIKA
- Penduduk Sasaran Program Kesehatan 2015 - 2019
- HRIS KOTA SEMARANG

 

  :: P o l l i n g ::  
Bagaimakah informasi & tampilan yang disajikan pada web site ini
  sangat baik
  sudah baik
  cukup baik
  perlu di perbaiki
  Lihat hasil
  Info Semarang  

Perlu Peran Masyarakat untuk Sukseskan Perda KTR

ditulis pada 25-11-2016 dibaca 11 kali

Semarang. Peraturan daerah Nomor 3 tahun 2013 tentang Kawasan tanpa Rokok merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi hak masyarakat untuk mendapatkan udara bebas yang bersih. Dalam Perda tersebut, diatur mengenai 7 kawasan tanpa rokok, diantaranya tempat pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, tempat kerja, angkutan umum dan tempat umum. 

Kota Semarang telah mulai menggalakkan perda tersebut, salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi dampak rokok dan kebijakan KTR kepada ketua Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) dan LPMK se-Kota Semarang pada 21-24 November 2016. FKK dan LPMK adalah sebagai wakil dari masyarakat, dengan harapan masyarakat akan turut serta mengawasi jalannya Perda KTR dan mensukseskan perda tersebut. 

“kami tidak melarang orang untuk merokok, tetapi mengatur agar tidak mengganggu orang yang tidak merokok,” ungkap Wakil ketua Komisi D DPRD, Dr. H. Anang Budi Utomo, S.Pd, S.Mn., M.Pd selaku narasumber dalam sosialisasi dampak rokok dan kebijakan KTR.

Tempat-tempat yang diatur dalam Perda KTR memiliki batas wilayah KTR masing-masing. Tempat pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, klinik, dll) dan tempat proses belajar mengajar batasan wilayah KTR adalah pagar terluar. Tempat ibadah, tempat kerja dan tempat umum batasannya adalah serambi gedung dan diperkenankan memiliki smoking area dengan syarat yang telah diatur dalam Perda KTR. 

“masyarakat dapat mendukung jalannya Perda KTR dimulai dari pertemuan-pertemuan yang diadakan mulai tingkat RT, misalnya dengan tidak menyediakan rokok dan asbak,” lanjut Drs. Kusnandir, MM, selaku narasumber dari Satpol PP Kota Semarang. 

Pelaksanaan di Kota Semarang juga didukung dengan Peraturan Walikota Nomor 29A tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No 3 tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan SK Walikota Nomor 440/423/2015 tentang Penetapan Kawasan Tanpa rokok di Kota Semarang. 

Dengan dilakukannya sosialisasi, diharapkan masyarakat akan lebih bijak dalam melakukan aktivitas merokok. Minimal agar tidak mengganggu orang lain yang tidak merokok, mengingat bahaya perokok pasif yang jauh lebih besar daripada perokok aktif itu sendiri.


Informasi Ruangan Tempat Tidur RS
  Pojok Promkes  
  Aplikasi   SIMDBD
SIM Jamkesmaskota
SP3 Online
Dashboard DKK
SSOF Intranet
SIPP Nakes
Hospital Reporting Information System
Sistem Informasi Cinta Kesehatan Gigiku
  Weblink   Dinkes Provinsi Jateng
Kementrian Kesehatan
WHO
Bappeda Kota Semarang
  Ada Keluhan?  


  Statistik  

73800 Unique visitor

Today : 0 visitors

This month : 0 visitors

Sehat Masyarakatnya, Sehat Kotanya

Dinkes Kota Semarang

Jl. Pandanaran 79 Semarang Telp. 024-8318070 Fax.024-8318771

email: dinkes@semarangkota.go.id  | Twitter: @dkksemarang