:: Info dan Pengumuman ::

Info Terkini
- Penerimaan Pegawai Non-ASN
- Penempatan GASURKES KIA 2017
-
Pertanyaan Seputar Penyakit Virus ZIKA
- Penduduk Sasaran Program Kesehatan 2015 - 2019
- HRIS KOTA SEMARANG

 

  :: P o l l i n g ::  
Bagaimakah informasi & tampilan yang disajikan pada web site ini
  sangat baik
  sudah baik
  cukup baik
  perlu di perbaiki
  Lihat hasil
  Info Semarang  

Rapat Koordinasi Gasurkes KIA

ditulis pada 15-08-2017 dibaca 119 kali

Rapat Koordinasi Gasurkes KIA dilaksanakan pada hari Senin, 14 Agustus 2017 bertempat di Gd. Erlangga Jl. Puspowarno Tengah No. 38 Semarang Barat. Rakord ini diadakan dengan tujuan membuat RTL serta mengevaluasi kinerja Gasurkes KIA dalam rangka menurunkan Angka kematian ibu dikota Semarang. Peserta rakord terdiri dari 179 Gasurkes KIA dengan Narasumber dr. Widoyono, MPH dan dr. Ratnasari DC, SpOG (K) serta Moderator Ir. Purwanti Susantini,M.Kes.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH yang berisi sambutan dan arahan untuk Gasurkes KIA, dilanjutkan pemberian materi oleh dr. Ratna, SpOG tentang Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Obstetri.

Kurang lebih sekitar 160 juta perempuan di seluruh dunia hamil setiap tahunnya. Pada umumnya kehamilan ini berlangsung dengan aman. Tetapi, sekitar 1554 menderita komplikasi berat, dengan sepertiganya merupakan komplikasi yang mengancam jiwa ibu. Komplikasi ini mengakibatkan kematian lebih dari setengah juta ibu setiap tahun.

    Kematian ibu atau kematian maternal adalah kematian seorang ibu sewaktu hamil atau dalam waktu 42 hari setelah sesudah berakhirnya kehamilan, tidak bergantung pada tempat atau usia kehamilan. Indikator yang umum digunakan dalam kematian ibu adalah Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Ratio) yaitu jumlah kematian ibu dalam 1.000.000 kelahiran hidup. Angka ini mencerminka risiko obstetri yang dihadapi oleh seorang ibu sewaktu ia hamil. Jika ibu tersebut hamil beberapa kali, risikonya meningkat dan digambarkan sebagai risiko kematian ibu sepanjang hidupnya, yaitu pribabilitas menjadi hamil dan probabilitas kematian karena kehamilan sepanjang masa reproduksi.

    Kematian ibu dibagi menjadi kematian langsung dan tidak langsug. Kematian ibu langsung adalah sebagai akibat komplikasi kehamilan, persalinan, atau masa nifas dan segala intervensi atau penanganan tidak tepat dari komplikasi tersebut. Kematian ibu tidak langsung merupakan akibat dari penyakit yang sudah ada atau penyakit yang sudah timbul sewaktu kehamilan yang berpengaruh terhadap kehamilan, misalnya malaria, anemia, HIV/AIDS dan penyakit kardiovaskular.

Mengenal kasus gawatdarurat obstetri secara dini sangat penting agar pertolongan yang cepat dan tepat dapat dilakukan. Dalam menangani kasus gawatdarurat, penentuan permasalahan utama (diagnosis) dan tindakan pertolongannya harus dilakukan dengan cepat, cermat, dan terarah. Dengan diagnosis yang tepat maka penatalaksanaan yang dilakukan juga dapat tepat mengenai sasaran, hal ini dapat memprkecil angka kematian ibu (AKI).

Pada rakord ini Gasurkes KIA mendapatkan masukan agar lebih meningkatkan pemahaman tentang kegawatdaruratan obsterti. Gasurkes lebih peka terhadap keluhan ibu (pusing, kaki bengkak, seseg, dsb) dan juga diharapkan Gasurkes lebih aktif dalam pendataan dan pendampingan ibu hamil dan ibu nifas terutama pada ibu hamil risiko tinggi/komplikasi.




 

 



 

 

 

 




 

Informasi Ruangan Tempat Tidur RS
  Pojok Promkes  
  Aplikasi   SIMDBD
SIM Jamkesmaskota
SP3 Online
Dashboard DKK
SSOF Intranet
SIPP Nakes
Hospital Reporting Information System
Sistem Informasi Cinta Kesehatan Gigiku
  Weblink   Dinkes Provinsi Jateng
Kementrian Kesehatan
WHO
Bappeda Kota Semarang
  Ada Keluhan?  


  Statistik  

73800 Unique visitor

Today : 0 visitors

This month : 0 visitors

Sehat Masyarakatnya, Sehat Kotanya

Dinkes Kota Semarang

Jl. Pandanaran 79 Semarang Telp. 024-8318070 Fax.024-8318771

email: dinkes@semarangkota.go.id  | Twitter: @dkksemarang